Halo blog.

Lama tak mengisinya. Inilah postingan pertama di tahun 2015. Melihat 2014 yang lalu, saya hanya memposting 3 tulisan.

Hasil pertemuan saya denganteman teman blogger, saya melihat ada antusiasme yang luar biasa dalam menulis. Berangkat dari keinginan berbagi, kegiatan menulis merupakan media yang efektif menjangkau banyak orang. Namun seringkali yang ditakutkan para pemula adalah bahwa tulisan mereka rada personal, curhat dan sebagainya sehingga mereka sungkan untuk mempublikasikannya di khalayak.

Saya melihat lagi kegiatan menulis saya. Terjadi penurunan sangat signifikan. Padahal, saat ini sudah didukung dengan perangkat mobile yang canggih, yaang dapat terhubung ke internet kapan dan dimana saja. Saya sadari juga kalau saya menemukan hal hal baru, saya “malas” menuliskannya karena saya anggap kadang merepotkan mengetik di touchscreen.

Ternyata saya keliru. Pembacaan saya pada Novel Malaikat Lereng Tidar karangan Remy Sylado, saya menyimpulkan bahwa untuk menghasilkan tulisan yang berbobot, diperlukan jam latih yang disiplin. Selain itu saat dimana hati memimpin mengungguli akal, ada di saat saat permenungan. Dan hasil permenungan dapat tertuang dalam kalimat kalimat penguatan atau bait bait puisi. Terlebih, seharusnya saya menyadari bahwa dalam tulisan, kita sedang membuka diri untuk diisi sepenuh penuhnya.

Kini, saya tidak mau terjebak menulis karena tugas dan rutinitas. Tetapi karena saya ingin berbagi pemikiran dan pengalaman, terutama menjadi warisan saya bagi anak cucu saya kelak.

Dari sudut sebuah kelas diklat

Advertisements