Tags

Setelah sekian lama tak pernah ngumpul, akhirnya bersama teman-teman Blogger Buku Indonesia (BBI) di Bandung, kami berkumpul lagi. Ide awal ngumpul sebenarnya dalam kaitannya mau memanfaatkan momen sehabis lebaran dan menyampaikan buku hasil lelang di grup facebook BBI bulan lalu.

Kami berkumpul di The Kiosk Balubur Town Square. The Kiosk Baltos ini merupakan tempat pertama BBI Bandung menyelenggarakan kopi darat. Berhubung Aul cuma tinggal naik eskalator ke sini, Maryana juga bisa mencapainya dari Ujung Berung dengan mudah, Sabrina dan Anastasia juga bisa, diputuskan kembali The Kiosk menjadi tempat bertemu.

Janji pertemuan ditetapkan pukul 16.00, saya sendiri baru di tempat sekitar pukul 17.40 dan menjadi orang kelima (terakhir) yang tiba. Diskusi berlangsung hangat. Dari kami berlima, hanya Anastasia dan Aul yang masih kuliah. Aul sedang menjalani program semester pendek,  sedangkan anastasia memilih liburan dibanding mengambil semester pendek. Topik diskusi antara lain, novel apa saja yang sedang ngetrend di dunia perbacaan, lalu bergantian menceritakan tentang novel/buku yang sedang dibaca. Saya sendiri meminta nasihat buku apa yang direkomendasikan untuk saya baca, namun sampai pulang tidak ada rekomendasi yang saya dapatkan, karena akhirnya diskusi berlanjut melebar entah kemana, hahaha.

Topik lainnya adalah bagaimana proses menulis buku, mengedit dan menerbitkannya. Sabrina yang sudah berkarya lewat dua novelnya, I Find in it your eye dan Silent Memory menceritakan proses kreatif penulisannya. Saat itu penulisan novelnya, ia sedang menempuh studi di benua kanguru, dan ia memiliki banyak waktu luang. Dan menulis novel adalah kegiatan yang dilakukannya untuk mengisi waktu luang di tengah-tengah studinya. Menurut Sabrina, ia membuat outline terlebih dahulu dan penulisan cerita mengalir begitu saja. Selanjutnya ia sendiri yang melakukan proses pengeditan lalu diterbitkan.

Dari hasil pertemuan kemarin saya juga baru tahu bahwa Maryana beberapa kali telah ikut sayembara, dan ia sudah memiliki naskah buku, tapi masih perlu mengumpulkan keberanian menyerahkan naskah untuk dicetak. Selain itu, Maryana juga berbagi pengalaman bagaimana penyelenggaraan blog tour oleh penerbit.

Aul menceritakan bahwa ia sudah kenalan dengan haniva dan tirta sejak SMP jauh sebelum masuk BBI, karena mereka sama-sama ngefans pada sesuatu, ketika kami mendesak ngefans sama siapa, Aul menolak menjelaskannya, hahaha…Selain itu Aul menceritakan bahwa ia membaca koleksi ebooknya lewat tablet yang ditunjukkannya pada kami. Saya yang gagap teknologi akhirnya mengetahui bagaimana perbedaan membaca file ebook dengan type epub maupun pdf. Ia juga menyarankan nama software baca yaitu Moon Reader di playstore google.

Dengan Anastasia, saya baru pertama kali ketemu, ia mahasiswi semester 7 jurusan desain komunikasi visual. Dari diskusi saya juga baru tahu kalau perancangan logo dalam periklanan merupakan salah satu pelajaran mereka, dan katanya penilaian oleh dosen sangat subyektif. Bagus atau jelek. Namun dalam dunia periklanan, pekerjaan kreatif seperti itu dibayar mahal meski harus sampai pulang nggak pulang ke rumah.

Sekitar pukul 19.30, Anastasia dan Aul undur diri karena akan pulang ke ujung dunia, hahaha…saya, sabrina dan maryana masih melanjutkan obrolan sampai The Kiosk bener-bener tutup sekitar pukul 21.30.

Saya pulang dengan mendapat dua buku Coelho hasil lelang BBI dari Sabrina, disamping itu bertambah pengetahuan dan pengalaman. Semoga lain kali bisa bertemu sahabat-sahabat lain

The Alchemsit dan Eleven Minutes

The Alchemist dan Eleven Minutes

Dari depan:  kiri-kanan: maryana-sabrina belakang: kiri kanan: anastasia-aulia-saya

Dari depan:
kiri-kanan: maryana-sabrina
belakang:
kiri kanan: anastasia-aulia-saya

Demikian Laporan pandangan Mata dari saya yang dikerjakan secara singkat dan cepat,🙂
Maryana | http://ryanarien.blogspot.com/
Sabrina | sabrinazheng.blogspot.com
Anastasia | janebookienary.wordpress.com/
Aulia | http://hitamdidalambuku.tumblr.com/
Helvry | http://blogbukuhelvry.blogspot.com

bandung, 30 Juli 2015