Tags

,

Sejauh-jauhnya mengembara di dunia maya, akhirnya mendarat juga. Walau terhubung dengan berbagai jejaring sosial media, ada juga kebutuhan untuk bertemu secara langsung dengan teman-teman blogger buku. Setelah beredar kicauan di twitter mengenai jadwal dan tempat bertemu, akhirnya diputuskan untuk memilih plaza Semanggi pada Rabu 29 Agustus lalu. Saya memerhatikan (di lini masa twitter) inisiator pertemuan ini adalah Althesia, yang sudah ‘berkicau’ sejak sebelum lebaran. Kebetulan dengan datangnya adik Ndari di Jakarta, semakin beralasan untuk melakukan perjumpaan.

Saya dan Azia adalah peserta ketiga dan keempat yang tiba di meja Solaria Plasa Semanggi. Yang pertama tentu saja Ndari dan yang kedua adalah mbak Ferina-berhubung kantornya hanya sepelemparan batu dari Jembatan Semanggi. Selanjutnya menyusul Ana, Althesia, dan Teh Indri. Beberapa teman blogger yang berhalangan hadir antara lain neng Novianne (Inne), Mbak Astrid dan Annisa. Semoga ada kesempatan bertemu lagi🙂 Sempat Yuliyono mengatakan akan hadir, namun sampai acara bubaran, beliau tidak menunjukkan fisiknya *getok Ijul*

Apalagi yang dibahas kalau bukan mengenai buku. Ndari bersemangat menceritakan bahwa ia ‘dibajak’ teman sekelas untuk menjadi anggota kelompok dalam tugas resensi buku. Selain itu hari Rabu itu ia berencana hendak ke Reading Roomnya Richard Oh, namun harus batal karena bla…bla…bla…Mbak Ferina yang yang tidak bisa membaca buku di rumah, namun ia menyiasatinya dengan membaca di mobil di kala macet. Ana yang kadang membaca di boncengan sepeda motor (duh hati-hati jeung). Azia yang suka membaca di bis, dengan motto: Kalau Jakarta nggak macet, nggak bakal baca😛, Esy akhir-akhir ini tidak bisa membaca dan menulis review dikarenakan pekerjaan yang sok sibuk di kantor😛 Sementara saya sendiri hanya mendengar mereka bercerita bergantian dan menjadi juru potret (kasian).

Sebagai bintang tamu, Ndari benar-benar menjadi nara sumber. Selain topik tentang buku, ia banyak mecnceritakan tentang  Bali, kenapa bisa ‘terdampar’ di Bali, pengalaman mengikuti Ubud Writer and Reader Festival yang bikin kita ngiler, acara Kopdar rutin BBI-ers Bali bersama kak Mia dan (satu lagi saya lupa namanya, terdengar oleh saya: Eve), pengalaman bookswap dengan oma-oma (note: Menyenangkan sekali hidupmu dik :D) serta mempengaruhi teman satu sekolah dengan buku. Ada cerita menarik Ndari, bahwa sebelum menghadiri kopdar ini, ia diinterogasi oleh orangtuanya perihal teman-teman yang akan ditemuinya. Beruntung, dengan kata kunci: Kak Mia, semuanya lancar jaya😀

Ndari membawakan kita oleh-oleh. Ada Pia Bali. Ini katanya khas Bali, ada rasa keju dan rasa coklat. Menurut saya cukup enak. Kemudian ada kacang bali “Rahayu”. Baru kali itu saya melihat dalam bentuk kemasan tube, selama ini yang saya lihat dikemas dalam plastik saja. Lalu kemudian Ndari membagi kita satu-satu sebuah tas kain, yang kata Ndari biar belanja buku nggak usah pakai tas plastik lagi, Go Green🙂 Rugi kan yang nggak ikutan😀 Trimakasih ya dik Ndari🙂

Sayang sekali, karena waktu yang terbatas dan mengingat tempat tinggal yang lumayan jauh, Ana dan Mbak Ferina undur dari pertemuan jam 8-an malam, tak lam Teh Indri menyusul sebab ada pertemuan serupa di tempat yang sama namun beda lantai. Kita benar-benar melakukan pembubaran setelah Ndari dijemput papanya, dan kita sempat berkenalan, biar kedepannya Ndari tak perlu ditanya-tanya lagi🙂

Demikian liputan saya tentang Kopdar BBI Rabu lalu, menjadi pengingat bahwa kita pernah bertemu.

salam menulis dan membaca

Helvry