Tags

,

empunya,
memiliki dua hulu sungai
di atas bibirnya
gemanya berat berapi;
yang sanggup melelehkan 
rupa-rupa masygul
satu dunianya adalah kertas
satu nyawanya adalah kuas
dan nafasnya adalah kisah
pada satu lembar,
bernafaslah ujud mungil berkopiah 
menyandang serong sarungnya
lalu bertualang ia sampai
kesohor
pada lembar-lembar kemudian
masa angka bertambah tua,
si ujud mungil tak antah-berantah
mungkin ia tak mafhum jalan pulang
seketika, dunianya polos
selepas kertas berganti kanvas
pada sapuannya,
bernyawalah si empunya kertas-kertas
menggambar dirinya sendiri dengan dua setianya
menafasi dirinya sendiri sambil
membaui tapak-tapak mungil
di antara lembar-lembar lalu
bujenk
19.04.2012

PS. Puisi ini didekasikan @owlmilove dikerjakan barang @esf2369 @speaksercoret @ayu_yudha untuk Pak Raden. 

Dukung #PakRaden