Tags

, ,

Baru saya sadari ternyata blog saya ini telah berusia 4 tahun (8 Juni 2007-8 Juni 2011). Ibarat anak, mungkin sedang lucu-lucunya. Namun, saya malah membiarkannya vakum sekian lama. Target 100 postingan setahun ternyata tidak tercapai . Baiklah, bagaimanapun saya ucapkan selamat ulangtahun kepada Blog saya ini dan kepada Goodreads Indonesia yang berulangtahun keempat (7 Juni 2007-7 Juni 2011). Berikut akan saya bagikan pengalaman mengikuti kopi darat akbar yang diadakan di Museum Bank Mandiri.

Saya pikir, dengan seringnya datang ke Museum Bank Mandiri, saya sudah berhasil ‘menaklukkan’ tempat itu. Saya salah. Saya sempat keliling-keliling museum mencari dimana Ruang Piala. Akhirnya di pintu depan (yang mengarah ke stasiun Jakarta Kota) tiba-tiba ada banyak fotografer memotret saya model di depan saya. Ternyata mereka sedang belajar fotografi, bukan anak-anak Goodreads.  

Setelah menelpon Jeng Sweetdhee, saya mendapat pencerahan saya diinstruksikan untuk naik satu lantai ke atas lalu belok ke kanan. Dasar gedung tua, saya tetap tidak menemukannya, saya menyerah. Saya bertanya kepada Satpam: “Pak, tolong katakan dengan segera, dimana saya bisa menemukan dimana acara Goodreads?” Pak Satpam pun menjawab dengan berwibawa, “makanya dek, kalau datang jangan telat!” astaga tau darimana ini bapak..”Naik satu lantai lagi gih, trus belok kanan” Dalam hati saya, kok persis dengan instruksi dari Jeng Sweetdhee. Dengan berlagak JP Coen yang mungkin dulu menabung di lantai 2, saya pun menaiki tangga yang letaknya agak tersembunyi itu, dan menemukan kode rahasia “Kopdar GRI –>” Dari tulisannya, terlihat seperti terburu-buru, namun saya tak peduli, saya sudah tak sabaran lagi.

Di pintu masuk, saya disambut oleh Ayu yang nongkrong di meja registrasi. Astaga ternyata saya nomor urut 33, sudah sangat terlambat. Saya melihat ke dalam ternyata acara sudah berlangsung. Memasuki ruangan, saya duduk di dekat Ijul, ternyata saya disapa sama bliau. “Eh yang terlambat, push up ya!” Anehnya, saya tidak memedulikan kicauan Ijul yang hari itu satu-satunya berkostum Goodreads Indonesia warna hitam yang bertangan panjang.

Kesan pertama begitu saya memasuki ruangan, banyak sekali sekarang anak Goodreads megang kamera DSLR . Ada Teh Indri, ada Winda, ada Ito Miaaa. Kalau nggak salah lebih dari lima! wah..wah..saya jadi pengen punya nih, kali aja besok-besok acara Goodreads adalah hunting foto bareng. Mungkin perlu dibuat vote siapa yang akan menjadi model pertamanya #abaikan.

Games pertama. Saya tergabung di grup I. Yang saya ingat di grup ini hanya Uda Aldo. Saya masih belum bisa berkonsentrasi mengingat siapa nama-nama teman grup saya, masih ngos-ngosan dari kesasar hingga naik tangga. Permainan memasukkan anak kunci ini sudah bisa saya tebak arahnya, namun saya tidak menduga harus dimasukkan ke celana. Permainan dimulai. Uda Aldo orang pertama, tampak kesusahan karena ia memakai jeans. Saya lebih sial lagi, jeans yang saya kenakan kemarin, agak sempit di bagian paha. Saya juga mengalami kesulitan ketika mengeluarkan anak kunci di ujung celana. Setelah berlelah-lelah, akhirnya anak kuncinya berhasil dikeluarkan, dan diteruskan ke teman setelah saya. Penderitaan saya belum berakhir. Akibat celana saya sempit itu, tali yang harus diulur itu akhirnya membuat kulit saya panas. Dengan bantuan AC yang kurang dingin, akhirnya saya merasakan suasana sauna saat itu. Grup kami tidak juara, namun dari segi kekompakan, patut diperhitungkan

Setelah games pertama, ada perkenalan singkat bagi yang terlambat datang. Termasuk saya. Wajah-wajah yang saya lihat ternyata cukup akrab di media elektronik (di layar laptop maksudnya). Saya menyapa di sebelah saya. Namanya Meisha. Asal Bekasi. Kerja di Karawang. Bersama Septika, ternyata Meisha sudah tiba di lokasi dari jam 8 pagi, naik KRL dari Bekasi. Hebadd

Selanjutnya break makan siang. Mas Ijul dengan berbaik hati memberikan saya satu kotak yang berisi nasi, ayam, sayur capcai, pisang, dan sebotol aqua gelas. Teman mengobrol saya saat makan siang adalah Ibu Guru Vera. Ngobrol seputar sekolahan dan pelajaran, dan gimana beda sekolahan sekarang dengan sekolahan zaman dulu, anak murid beliau  yang ketika ‘terkapar’ nyarinya buku, bukan obat. Terakhir Sang Ibu Guru berpesan “Eh..tolong ya kalau bikin review jangan serius-serius amat napa?” Serasa disambar geledek saya menjawab dengan bijak:”tenang bu guru, saya hanya menyalurkan energi berlebih”

Masih dalam break makan siang, saya bergabung dengan grup yang ada di dekat pintu masuk. Ada Uda Aldo, Mas Gieb, Mas Ronny, Mas Amang, Mas Pra, Ito Miaaa, Mas Koen, Mas Tomo, Mbak Iyut, Kak Palsay. Pembicaraannya udah pasti tentang buku, tetapi buku yang dimaksud adalah BuBek alias Buku Bekas. Mas Amang memperingatkan Mbak Iyut agar jangan coba-coba memasuki ‘wilayah’ para pemburu buku bekas, sebab hal itu akan merusak persaudaraan  . “Gw nyesel banget bikin thread toko buku bekas di GRI” begitu komentar Mas Amang. Seperti kita ketahui bersama, bahwa Pemburu Buku Bekas punya map tersendiri siapa dan dimana memburu buku-buku bekas. Rahasia itu akan sulit diperoleh dari mereka. Karena itu ketika ada usulan untuk hunting bareng buku bekas, semuanya sepakat: M.E.N.O.L.A.K. Dikhawatirkan, jika hal ini dilakukan maka judulnya bukan lagi hunting bareng buku bekas, tetapi UJI INTEGRITAS. Kejujuran dan Keterbukaan menjadi point penting *ngakak sendiri bikin kalimat terakhir*

Selanjutnya, games kedua. Kuda berbisik. Saya tergabung di grup enam. Ada mas Gieb dan Mas Ronny, Meisha, Buzenk, trus siapa lagi yah..maafkan saya lupa . Saya akui mantap sekali mereka ini menghapal. Mas Ronny bisa menghapal dengan menggunakan jarinya, suerrr…terlihat blio memainkan hapenya, apakah ia sedang update status dengan puisi-puisi itu saya tidak tahu, yang jelas grup kami juara. Dan berhak memilih kado buku

Selanjutnya adalah pembacaan award-award. Bagian ini agak saya lewatkan, karena saya banyak mengambil foto.

Permainan terakhir. Yaitu tebak judul buku. Saya tergabung di grup 3. Saya merasa bukan apa-apa di games ini. Satupun tak bisa saya jawab pertanyaannya. Untuk games ini, Mas Koen dan Didiet adalah bintangnya. Pemeraga dan Penjawab terbaik versi grup kami
Tapi sungguh, Ijul menjadi pemain bintang pada games ini. Mungkin kalau ditransfer ke grup lain akan merogoh kocek yang dalam. Penampilan Ijul luar biasa. Ia sangat ekspresif memeragakan judul buku yang hendak ditebak. Saya tidak paham apa judulnya, sebagai penonton, saya menikmati aksi-aksi ijul dengan tertawa terpingkal-pingkal (TTP). Sayangnya, kita saking terfokusnya sama aksi Ijul sehingga lupa untuk merekam aksi fenomenal ijul yang hanya dikeluarkan pada event-event nasional Dari keseluruhan games ini, judul yang berhasil saya tebak cuma satu: Rumah Arwah Itupun karena udah nonton filmnya, lainnya gelap.
Pemeraga yang oke menurut saya adalah Imam. Ternyata, selain The Wedding officer, Imam juga punya bakat di bidang teater. Mungkin suatu kali GRI butuh pemain teater dalam acara tertentu, tinggal telpon ke Kuningan.

Luar biasa. Dengan adanya kopdar seperti ini, saya bertemu dengan banyak teman dunia maya. Jam menunjukkan pukul 15.30  . Sesi akhir diakhiri dengan foto-foto. Maap ya teman-teman saya tidak bermaksud tidak mau mendokumentasikan, tetapi kamera saya tidak ada. Ada sih tapi rusak, jadi sama aja nggak bisa kepake.

Berhubung namanya kopi darat, sepertinya perlu menyediakan karena seru juga ngobrol2 sambil minum kopi beneran. Atau bagi penggemar atau ada lapak tersendirinya juga. Efek yang paling terasa habis acara besar seperti ini adalah banyaknya notifikasi di facebook dan teman di goodreads.com bertambah.

Akhir kata, saya berterima kasih telah diterima di komunitas ini. Saya angkat topi pada moderator dan koordinator serta teman-teman yang telah menyiapkan acara ini dengan serius. Saya senang sekali bisa berkesempatan bertemu dengan teman-teman yang punya hobi sama, yaitu membaca. Toh sekarang hubungan sosial tersebutt telah berdiferensiasi menjadi klub siaran , klub pengunyah , klub pemburu awan , klub pemburu buku bekas, klub penyanyi , klub blogger buku, klub jalan-jalan , dan macam lagi.

Dirgahayu Goodreads Indonesia. Majulah Dunia Literasi Indonesia

*tumben yang bagian akhirnya serius*
PS. Beberapa bagian cerita ini agak dibuat berlebihan biar ada unsur inpotainmentnya
Mohon maaf jika ada kesalahan penulisan nama dan gelar