Tags

hari ini saya cukup terkejut dengan membaca Kompas. Sebab orang yang dituntut 10 tahun penjara dan didenda 10 milyar itu adalah ibu dari nara didik sohib saya. Jauh sih memang, tapi saya sendiri sudah cukup sering mendengar nama Alanda Kariza, salah satu penggagas Indonesia Youth Conference 2010.

Setelah saya berjalan ke blog pribadinya di http://www.alandakariza.com, saya merasa trenyuh sekaligus kagum pada sosok sang ibu. Penggambaran Alanda pada ibunya sungguh menjauhkan pikiran saya dengan para koruptor busuk di negeri ini. Bayangkan, situasi ekonomi yang sulit belasan tahun lalu, yang menyebabkan orangtuanya di PHK menyebabkan ibunya sampai berjualan mukena dan menjual air galon untuk menyambung hidup keluarga.

Sebuah jalan yang menyebabkan Arga (ibunya Alanda) bisa masuk ke Bank Century, jabatan terakhirnya adalah Kepala Divisi Corporate Legal. Ia dituduh bersama Robert Tantular dan Hermanus Hasan Muslim melakukan pencairan “kredit komando.” Padahal, menurut Alanda, tandatangan ibunya bahkan “dilangkahi” untuk memuluskan kredit itu, dan kenapa ibunya sampai menyandang status tersangka? Iapun tak tahu kenapa.

Saya turut bersimpati, atas peristiwa yang menimpa keluarga mereka. Sebenarnya masih banyak kisah-kisah dimana tidak terjadinya hukum yang memimpin, dan orang-orang yang “dikorbankan.” Ah..saya juga cukup sesak bila membayangkan posisi saya di Alanda.

Dari kerinduan dan kesedihan dan doa yang dinaikkan. Semoga keadilan mendengar keluh kesah Alanda:

Saya mau ada Ibu di ulangtahun saya yang keduapuluh, dua minggu lagi. Saya mau ada Ibu di peluncuran buku saya – seperti biasanya. Saya mau ada Ibu waktu nanti saya lulus dan diwisuda. Saya mau ada Ibu ketika saya suatu hari nanti menikah. Saya mau ada Ibu ketika saya hamil dan melahirkan anak-anak saya.

Alanda, Semoga Tuhan mengabulkan.
sumber foto: www.alandakariza.com