Tags

, ,


Hmmm..ternyata iseng-iseng berbuah kebaikan (*pletak* pepatah mana ituh?) Gara-gara membaca Kompas, dan ada rubrik Kompas Kita yang akan menampilkan Clara Ng sebagai tokohnya, saya mengirimkan pertanyaan yang terlintas begitu aja..Dan ternyata, dimuat sodara-sodara <– Kompas 24 Januari 2011 hlm 33.

memang saya penyuka novelnya Clara Ng, disamping ringan dan tidak perlu membuat kening berkerut tebal, ia cukup berani menampilkan cerita yang cukup tidak populer yang bertema Gay dan Lesbian (Dimsum Terakhir, Gerhana Kembar). Namun jawaban menarik diberikan oleh penulis yang bernama asli Clara Regina Juana ini.
Cat. pertanyaannya setelah saya  (lihat di atas)

“Ini adalah semacam panggilan jiwa saya untuk membenahi dan membela kaum yang dibungkam, sekecil dan sesederhana apapun usaha saya. Homofobia adalah bagian dari masalah SARA, penting untuk diedukasikan ke tengah masyarakat.”

Lulusan Ohio State University ini sekarang bersama Agus Noor dan Eka Kurniawan membuat @fiksimini di twitter. Saya akui, luar biasa fiksimini ini di twitter. Bayangkan dalam 140 character, bisa tercipta barisan kalimat yang saya bahasakan: Mangstab..

selamat berkarya lah buat Clara Ng, walau saya tak difollow back di twitter, soalnya kicauan saya tak bermutu, xixixi..