saya cukup terkejut dengan berita yang disampaikan teman saya sore tadi. Kosannya kemalingan. -Kebetulan kosannya khusus karyawati-. Itu sih berita biasa, namun yang saya heran adalah pencurian di kosannya dilakukan siang hari di kala penghuni kos sedang bekerja. Trus pertanyaannya, kok bisa?

ternyata pelaku (bersama komplotannya) sudah mengetahui kebiasaan penghuni kos bahwa kos akan kosong di siang hari, maklumlah bekerja di jakarta jarang dong yang pulang jam 1 siang.
Dan yang lebih mengherankan saya adalah, pelaku adalah penghuni kos yang mendaftar sehari sebelum hari pencurian itu. kata teman saya, dia sudah membayar DP sewa kos sebanyak Rp500ribu, namun ketika diminta KTP, ia berkilah bahwa sekalian besoknya aja (pas hari H) karena sedang pindahan. Penghuni kos baru tersebut juga berkenalan dengan penghuni kos lama dengan bertanya, “dimana bekerja, biasa pulang jam berapa?”, dengan info itulah ia bergerak bersama komplotannya.
Yang diincar biasanya kos yang tidak ditinggali oleh pemilik kos, melainkan penjaga kos saja. Maklumlah penjaga kos tidak akan berkepentingan untuk mencari tahu jatidiri penyewa kos baru, toh mungkin dia tidak berpikir aspek keamanan dan nilai tambah bagi kelangsungan kos-kosan itu sendiri. Akibatnya seperti kejadian di atas, beberapa kamar telah diacak-acak, perhiasan, laptop, dan benda berharga lainnya tidak luput dari penjarahan.
Karena itu berhati-hatilah..lebih baik membuat kunci tambahan pada pintu kamar kos Anda. Saya sendiri pernah mengalami kecurian di kosan, kejadian sewaktu saya tidak di kosan. Hasilnya satu tape recorder yang saya pinjam dari teman ikut raib. Hmmm…semoga kejadian serupa tidak terulang lagi jika sistem keamanan kos-kosan lebih andal.
sumber:kaskus.us