Setelah dua kali batal datang ke Indonesia, Barrack Obama kali ini berkunjung ke Jakarta. Kedatangan Obama memang membuat suasana Indonesia, khususnya Jakarta agak sedikit sibuk. Kemarin, saya melintasi kedutaan besar Amerika, di Jalan Medan Merdeka Selatan, sudah ada “kesibukan” kecil di sana. Selanjutnya, menurut Kompas.com, unit pengaturan lalu lintas akan menurunkan 4.000 personelnya untuk “mensterilkan” jalur Obama antara lain Istana Negara, Hotel Shangrilla, Taman Makam Pahlawan Kalibata, Mesjid Istiqlal, UI, dan Bandahara Halim Perdanakusuma.

Dari tweetannya Mas Amang,  saya baru tahu kalau ibunya beliau adalah Guru SD Barrack Obama, ketika ia bersekolah di SD Menteng.

Dan bagaimana seandainya saja ibunya yang mengajar Tifatul Sembiring.

dan menutup dengan mengatakan bahwa boleh jadi Obama tidak akan ingat dengan ibunya,


dan akhirnya..mengatakan: love u mom
Saya dan mungkin banyak orang menyadari bahwa dalam setiap tindakan, pilihan hidup, prinsip hidup, dan sebagainya dipengaruhi oleh orang-orang yang menjadi teladan. Bisakah itu orangtua, guru, pahlawan, pemimpin bangsa, atau siapapun itu. Saya sendiri menyadari bahwa tokoh yang berperan dalam hidup saya adalah Ibu saya. Dari beliaulah saya menyadari bahwa betapa kejamnya hidup jika kita tidak besekolah. Tantangan masa kecil beliau yang sudah sebatangkara dari usia muda, membuatnya keras mendidik anak-anaknya agar menghargai pendidikan dan sekolah. Hasilnya seperti sekarang ini, walau tidak seperti teman-teman yang sudah bersekolah jauh sampai ke negeri seberang sana, saya bangga dengan keadaan sekarang. Itu adalah buah dari mimpi seorang Ibu yang ingin putra-putrinya maju. Walau keadaan sekarang tidak sempat dilihatnya, paling tidak, semangat itu masih ada bersama saya..hingga sekarang. Dan akhirnya, saya pun mengatakan: “Love u mom”

@hws09112010
7th year