Tadi pagi berangkat ke kantor, saya menyaksikan pemandangan yang saya bingung bersikap bagaimana. Tidak berapa jauh dari rumah, ada kegiatan pembongkaran. Pembongkaran tersebut dilakukan sendiri tanpa ada petugas Satpol PP yang digambarkan suka kalap itu.

Yang bikin saya miris adalah kemana mereka selanjutnya akan mencari penghidupan. Di sepanjang jalan itu memang berdiri kompleks perkantoran. Nah mereka berjualan di sepanjang pagar yang mengarah jalan. Biasanya kalau stok telur ayam di rumah habis, saya biasa membeli kesana. jangan tanya, pernah jam 1 dinihari, masih ada cooy. Trus, langganan tempat pangkas rambut saya (Gambar 2 dari atas). Sekali waktu saya pernah berbincang dengan si Aa. Dari obrolan selama rambut saya digunting, saya tahu ternyata ia berasal dari Garut (kayaknya semua tukang pangkas asalnya dari sana), trus ia mengontrak di dekat situ dengan harga sewa Rp200.000 sebulan, dan kamar yang ditempati dihuni tiga orang. Berdesakan.

Dengan penggusuran ini, mungkin inilah yang saya kenang. Saya tidak tahu bagaimana pemerintah berpihak pada mereka, apakah akan terjadi lagi di tempat lain. Melihat kondisi selama ini, entah kenapa saya yakin betul.

*postingbuatnunggumood*