Tags

, , ,

Sewaktu SD dulu, aku suka mengumpulkan praangko-prangko bekas yang biasanya dinamakan filateli. Untuk ukuran kota kecil seperti kota kelahiran saya, komunitas filateli sangat sedikit. Saya ingat saat itu yang menjadi ketua perkumpulan filatelistnya adalah seorang Bintara Polisi, unik yaa. Dulu sering mendapat prangko-prangko seri terbaru, berhubung saya memiliki saudara yang bekerja di Kantor Pos. Jadi beliau yang menyisihkan prangko-prangko baru dan memberikannya padaku. Namun, sejak ia dan keluarganya pindah ke luar kota, semakin menurun juga minat saya, apalagi setelah sekolah di Medan, makin ketinggalan deh.

Dari dulu (dari pas SD maksudnya) sudah sering mendengar istilah Sampul Hari Pertama (SHP). SHP ini adalah suatu produk filateli yang menampilkan seri prangko dengan tema-tema tertentu. Biasanya terdiri dari beberapa prangko dan ada ringkasan yang menceritakan tema tersebut. Saat itu, saya hanya tahu namanya, tanpa pernah melihat yang mana sih barangnya (kasian yakk )

Akhirnya saya berkesempatan untuk memiliki SHP tersebut. Saat itu bersama teman-teman mau memposkan banyak surat ke Kantor Pos di Lapangan Banteng. Disana ada counter menjual SHP, akhirnya saya menyambanginya dan mulai melihat-lihat. Saat itu yang edisi Imlek adalah SHP yang paling laku. Edisi tersebut sudah tidak tersedia lagi. Akhirnya saya hanya membeli dua edisi, yakni edisi WOC dan peresmian Jembatan Suramadu.

Kenapa saya pilih WOC, karena sewaktu ke Manado tahun lalu, saya sedikit sekali dokumentasi mengenai laut di sana. Selain itu, gambarnya memang cantik-cantik sehingga saya memutuskan membeli yang itu.
dan ini…

Satu edisi lagi adalah edisi Jembatan Suramadu. Ini saya beli karena prangkonya yang cukup unik dan saya belum ada dokumentasi Jembatan Suramadu, karena tidak dibolehkan berhenti di tol Suramadu. Kalau SHP Suramadu, prangkonya hanya satu.


Mungkin sedemikian dulu sharing-sharingnya…kalau ke depannya nggak tahu deh, paling tidak ada kepuasan setelah mengetahui (memiliki) barang ini.  Sekarang minum dulu ah