Hari ini baru aja pulang sidang tilang di Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Akhirnya pernah juga ke pengadilan. .Prosesnya cukup cepat. Datang jam 8.30, jam 9.30 sudah selesai proses persidangan dan bayar denda. Lumayan juga sih..kena 51rebu 

Ruang sidangnya tidak cukup nyaman. Pendingin udara hanya berfungsi untuk hakim dan panitia, sementara bagi pengunjung sidang, kipas-kipas mengusir hawa panas karena oksigen yang cukup sedikit di ruangan tersebut.

Pak Hakim yang kocak, cukup menghibur para pengunjung, sesekali ia bercanda. Seperti misalnya, ia berkomentar pada salah seorang yang kena tilang,
“wess..sekarang baru bawa helm, kemarin karena nggak pakai helm ya mas”
ia berkomentar seperti itu karena si yang kena tilang datang ke meja tempat hakim sambil menenteng helm.

Lalu, saya mendengar percakapan diantara para pengunjung yang menggerutu karena ruang sidang tidak nyaman. “Ugh..apa-apaan ini sarana pemerintah kok seperti ini” dalam hati saya mengaminkan. Yang namanya pelayanan publik di negeri ini masih jauh dari memuaskan di beberapa instansi.

Namaku dipanggil. Pak hakim baca,
 “melanggar rambu”
“satu pasal”
“lima puluh ribu plus ongkos perkara”

~~end of story~~