Budaya antri di kita ini masih lemah yah. Pengalaman saya selama di Gorontalo ini, saya mengalami “disalip” dari belakang tanpa basa-basi. Yang pertama ketika antrian di kasir bank. Bank Bunga (bukan nama sebenarnya). Tujuan saya adalah melakukan transfer tetapi lewat kasir, bukan ATM. Terlihat ada kursi tunggu di depan barisan meja kasir. Nah baru kali ini saya melihat model antrian seperti ini. Nasabah dibuat dua jalur antrian. Antrian pertama adalah antrian untuk setoran di atas 5juta dan antrian kedua dibuat untuk setoran di bawah 5juta. Untuk antrian pertama, jalur antriannya dibuat seperti huruf S gitu, dan antrian kedua dibuat lurus. Nah, kedua antrian tadi dibuat kursi (supaya nasabahnya nggak parises kalee yaa). Saya berada di antrian kedua. Awalnya berjalan dengan lancar. Setiap ada nasabah yang maju ke meja kasir, otomatis nasabah bergeser tempat duduk ke kanan satu kursi. Sekali waktu, ketika sudah waktunya untuk bergeser, seorang wanita di sebelah saya asyik buka-buka handphone. Tanpa praduga, saya menunggunya supaya ia bergeser. Karena disebelah kanannya, sudah kosong 3 kursi. Tahu-tahu tanpa banyak tanya, 3 orang yang baru datang dari pintu langsung mengisi di sebelah kanan mbak tadi. Beugh…menyebalkan! dan satu lagi yang bikin kesal setengah mati, ternyata mbak tadi cuma nemenin seseorang yang baru saja menyetor uang nya di kasir, ia langsung keluar ketika temannya selesai bertransaksi. “ANJLOK” (baca: Doggy) dalam hatiku.

Yang kedua, dengan bank yang berbeda, mau mendapatkan informasi mengenai kredit usaha mikro di salah satu bank pemerintah (yang umurnya sudah seabad itu loh). Lagi-lagi setali tiga uang. Saya sedang menunggu di sebelah seorang ibu yang sedang berurusan dengan Customer Service Officer, maksudnya setelah dia ya saya. Namun, datang bapak tua yang langsung mengambil posisi agak ke belakang nasabah tadi, gitu si ibu berdiri, cepat2 ia ambil posisi yang manis banget (deh). dan ternyata ia cuma ngambilin tempat doang, karena selang beberapa menit kemudian datang dua anak muda yang sebenarnya berurusan dengan CSO tadi. Dongkolnya bukan kepalang. Mau marah, ini kampung orang…mau nggak marah…akhirnya balik kanan bubar ajah..

Bener-bener deh…