inilah dia, kalau udah niat, pasti dengan segala cara akan ditempuh. Kata bang napi, kalau ada kesempatan, dan didukung dengan niat maka tercipta perbuatan. Hari ini aku putar otak bagaimana harus online dengan leluasa dengan menjembatani constraint yang berupa:
1. batere laptop yang sudah tidak bisa kompromi lagi.
2. gak enak pinjam laptop temen (thank you ya mbak niniek, atas Apple-nya)
3. menghirup asap rokok kalau di warnet.

Berhubung ada jaringan wifi di depan lapangan alun-alun kota Gorontalo, maka tempat itu menjadi tempat favorit bagi orang yang ingin berinternet dengan gratis. Namun, hanya satu masalahnya yaitu tidak adanya sambungan listrik.

Sebelumnya saya udah keliling-keliling lapangan untuk mengamati keadaan sekitar (macam Densus aja yak) kali-kali aja ada ntah itu warung kah, kantor kecil kah yang bisa buat dapatin sambungan listrik. Ada tiga kali keliling (untungnya lagi ada mobil, jadi nggak norak gitu loh, heheh). Beruntung mata saya sempat melihat ke pos jaga di depan rumah dinas, saya melihat ada charger handphone yang sedang nancap disitu. Setelah memarkir mobil, saya hampiri si bapak,
“maaf pak, saya boleh menumpang ambil listrik disini, laptop saya mati.”
“oh..silahkan..silahkan” seraya menggeser sebuah kursi pada saya.

Saat ini, aku harus berterimakasih dengan dua orang pak satpam yang berbaik hati untuk saya bisa nongkrong di pos nya. Kali-kali aja lagi kalau mau online lagi, ke pos bapak ini lagi.