Ketika kemarin menyaksikan tayangan di TV One, saya terkejut. Pasalnya yang ditayangkan adalah “Rekaman Eksklusif” peristiwa gempa Padang 30 September lalu di Hotel Ambacang, Padang. Saya kurang setuju dengan penayangan rekaman itu dengan alasan bahwa tayangan tersebut bukanlah konsumsi masyarakat luas. Mungkin akan berbeda ceritanya bila tayangan itu disajikan jarak waktunya cukup lama dengan 30 September kemarin. Hal lain yaitu tentang “how about humanity.” Kita tidak tahu apakah orang-orang yang kita lihat lewat rekaman CCTV itu semuanya selamat ataukah meregang nyawa diantara reruntuhan bangunan. Rasanya hati ini terusik melihat orang panik berlarian ketika gempa menghantam konstruksi bangunan hotel yang sudah berdiri sejak zaman sebelum kemerdekaan.

Buat pengelola televisi, apa yang anda sebut ‘eksklusif’ sebaiknya tetap harus lewat kontrol yang ketat. Tidak semuanya yang ‘eksklusif’ itu layak tayang. Hal serupa yang dinyatakan tayangan eksklusif adalah peristiwa penyergapan Densus 88 di Temanggung, Agustus lalu. Walaupun mereka disebut-sebut sebagai teroris, apakah rasa kemanusiaan kita tidak terusik manakala menyaksikan peristiwa tersebut? Semoga ke depan tayangan televisi kita bisa lebih ‘waras’ lagi.