Tags

,

Suasana liburan dan lebaran semakin terasa. Berita di TV maupun koran menceritakan hal yang sama dari tahun ketahun yaitu terjadinya arus pemudik. Saya sudah menyaksikan tradisi mudik yang ditayangkan di tv sejak kecil, dimana biasanya saat lebaran ayah dan ibu saya selalu tidak ada di rumah. Ayah saya biasanya tugas jaga, sedangkan ibu saya berada di rumahnya ibu Ketua Bhayangkari. Biasalah..kalau udah  lebaran, pasti rumah jadi sepi..Jadilah tontonannya juga kurang lebih seputaran arus mudik dan sebagainya dari merak, cikampek, dan sebagainya.

Pemandangan yang sama masih terjadi hingga saat ini, lonjakan arus mudik adalah berita yang banyak disiarkan oleh stasiun televisi. Hampir semua stasiun melaporkan kondisi terkini situasi jalan di titik-titik tertentu, biasanya terminal, stasiun, dan pelabuhan. Saya juga sempat melakukan ‘survei’ kecil-kecilan dengan bertanya pada teman sekantor, kapan berangkat mudik?, dan dengan alat transportasi apa?  jawabnya adalah H-2 dan dengan mobil pribadi. Sepertinya, kemacetan bukan menjadi masalah, yang penting tiba di kampung halaman bertemu dengan orang dikasihi dalam keadaan sehat.
Akhirnya, Jakarta yang menjadi sepi. Sejenak ditinggalkan penghuninya, biarlah saya dan teman-teman yang lain yang tinggal disini menikmatinya. Bagi yang mudik..hati-hati. Sampai berjumpa kembali…Bagi yang tidak mudik…selamat menikmati…