Pagi-pagi buka kompas.com, saya terkejut dengan sebuah judul di paling atasnya.

Pengendara sepeda motor di Jakarta adalah teroris. Hal itu diungkapkan oleh Alvaro Nell (foto di atas), pengendara sepeda yang berkeliling dunia. Salah satu kota yang dikunjunginya adalah di Indonesia adalah Jakarta. Tidak disebutkan dalam artikel tersebut apa alasan-alasan Alvaro Nell sehingga ia berkesimpulan demikian.

Sebagai salah satu pengendara sepeda motor yang ikut mencari sesuap nasi di kota metropolitan ini, kesimpulan di atas tidak punya dasar. Kesemrawutan jalan ibukota adalah tanggung jawab pemerintah provinsi. Bagi saya, pertanyaan dasarnya adalah: Kenapa banyak sepeda motor? karena tidak tersedia angkutan umum yang layak dan murah. Kalaupun mau lebih didalami tindakan pengendara motor yang mana sehingga disimpulkan sebagai teroris? Seharusnya didukung dengan data-data yang valid, misalnya:
Di ruas jalan mana?
Kejadian pukul berapa?
usia pengendara motor?
jenis perilakunya apa? dan sebagainya…

Sayangnya belum ada pernah saya baca penelitian ilmiah yang membahas masalah ini, sehingga hipotesa di atas belum dapat dibuktikan kesahihahnnya. Bukan membela diri, saya merasa tidak pernah berlaku teror terhadap pengguna jalan yang lain, sehingga saya menolak statement di atas.

Peace……..