Mengingat hidup dan usia yang terus berjalan, terasa kalau banyak hal yang belum dilakukan. Siapa yang menyadarkannya kalau bukan hati nurani.. Hati nuranilah yang membuat kita terusik dikala kita tidak melakukan yang baik. Hati nuranilah yang menegur di kala kita berefleksi.

Ketika sekolah dulu, aku merasa waktu itu terasa berjalan sangat lambat. Mulai dari senin hingga sabtu terasa sangat lama. berbeda dengan sekarang, setiap putaran waktu terasa sangat cepat. Apapun yang dilakukan rasanya tidak berguna. Seperti menjaring matahari. lalu, apa arti hidup ini. benarkah seperti yang dikatakan oleh teman saya, “hidup hanya sekali, jangan dibuat susah.” atau “uang tidak dibawa mati.”

Kapan kita bijaksana?
kapan bisa semakin dewasa?
kapan bisa bekerja dan bertindak dengan berhikmat?

Ohh..andainya waktu diputar kembali. tapi tidak, aku akan tetap berusaha. Karena hidup cuma sekali.

Ayooo!