Sekarang ini, istilah KDRT sedang ngetrend di Indonesia. Siapa lagi korbannya kalau bukan wanita. Miris sekali, karena Rumah Tangga sebagai suatu organisasi terkecil dalam sebuah negara mengalami kekrisisan. Apakah terdapat hubungan antara hal itu dengan kehidupan dalam negara? saya belum pernah mengujinya secara ilmiah, namun saya yakin itu ada. Tentunya semua nilai-nilai dalam kehidupan bersosial, menghargai, memberi, mengalah, dan nilai-nilai luhur lainnya didapatkan dari rumah. Pelajaran berharga itu akan dipakai setiap anggota rumah tangga itu sebagai modalnya bermasyarakat dan bernegara.

Sayangnya, manis di bibir takpula manis di perilaku. Contoh peristiwa yang bisa kita lihat di media elektronik yaitu Mano dan Cici P. Hal itu juga mungkin terjadi di berbagai keluarga di Indonesia. Tidak mesti kekerasan dalam hal fisik, tetapi juga kekerasan verbal. Para suami-suami merasa lebih superior dibanding istrinya, sehingga yang ada kamusnya adalah “No Compromize.” Pertanyaan yang paling masuk akal: “Apa Penyebabnya?” Mungkin ini adalah masalah klasik yang bukan saja terjadi di negara-negara dunia ketiga, namun juga di negara-negara maju. Para ahli, konsultan psikologi juga telah melakukan riset mendalam mengenai hal ini, dan kesimpulan utamanya adalah cinta dan komunikasi.

Aih….masalah pelik itu hanya dalam dua kata itu adalah jawabannya. Dalam banyak buku  psikologi pun memang telah dipaparkan bahwa pada dasarnya pria dan wanita itu berbeda. Mulai dari hal yang paling sederhana sampai paling kompleks, tetap berbeda. Lalu buat apalagi mencari perbedaan bila sudah sepakat sebelumnya dalam mengayuh biduk rumah tangga? Ah..saya juga bukan ahlinya kalau ngomong masalah ini, hanya turut merasa prihatin pada nasib yang harus dialami oleh wanita-wanita dalam rumah tangga.

so…apa solusinya? menurutku buat yang belum berumah tangga, banyak-banyaklah menimba pengalaman dari mereka-mereka yang sudah berumahtangga sebelumnya, dan tetap memiliki prinsip bahwa siapapun manusia itu adalah sesama kita. Jangan pernah berpikir menguasai sesama, namun bermitra dalam menjalani kehidupan ini. Maaf, kalau yang sudah berumah tangga, bukan ranah saya yang menjelaskan, harap maklum, hehehehe. Biarlah jangan KDRT yang terjadi dalam rumah tangga kita tetapi Kasih Dalam Rumah Tangga, hehehe………peace…