Hari-hari ini, perhatian media tertuju pada kasus yang menimpa Ketua
Komisi Pemberantasan Korupsi, Antasari Azhar. Media cetak dan
elektronik tak bosan-bosan untuk memutakhirkan pemberitaan mereka
tentang sosok mantan Jaksa ini. Ada dua konsekwensi yang harus
dihadapi oleh kita sendiri selaku bagian dari rakyat ini.

Pertama, jika berita itu benar, maka lembaga pemberantas korupsi yang
baru dipimpin oleh pemimpin kedua ini, akan terseok sejenak.
Kepercayaan masyarakat pada lembaga ini akan menurun, dan semoga saja
hal itu tidak menyurutkan niat langkah pemimpin KPK yang lain untuk
tetap terus bekerja hingga akhir periode jabatan mereka.

Kedua, jika berita itu tidak benar, maka haruslah media informasi
membersihkan nama baiknya yang sudah tercemar. Termasuk kita sendiri
yang telah menghakiminya dalam hati masing-masing. Saya menjadi
teringat pada perkataan Jean Maramis, seorang mantan tentara Kompeni
yang akhirnya menjadi Pelukis (dalam Novel Bumi Manusia, Pram) bahwa
seorang terpelajar itu haruslah adil, sejak dalam pikirannya pun harus
adil.

Biarlah proses hukum yang menyelesaikannya. Kita sendiri tidak luput
dari kesalahan. Semoga saja KPK tetap bekerja keras secara profesional
dan tidak terpengaruh dengan kasus yang menimpa pimpinannya.

Semoga.

[Santika050509]