Dua hari ini terasa semakin panas saja kota ini. Tidak seperti biasanya, langit Jakarta seringkali jernih, biru. Namun jangan ditanya panasnya, wuihh…menggigit. AC di kamar kami yang cuman 1/2 PK pun, hanya jadi pemutar udara, tidak lagi Air Conditioner. Hehehe. Ditambah lagi, posisi dinding samping sebelah rumah kami (gayanya punya sendiri, padahal kontrakan) itu langsung berhadapan dengan sinar matahari. Akhirnya panas matahari "tertinggal" dalam tembok-tembok itu, dan kalau kita merabanya, terasa hangat. Pernah kepikiran untuk nyemprot dinding itu dengan air, cuman nggak enak sama tetangga, soalnya langsung berbatasan ke halaman mereka.


Akhirnya,yah..tahankan..namanya juga rumah kontrakan, gak bisa semau sendiri, hihihi.



Salam hangat,

         
Helvry


YM     :helvrysin
GTalk :takengon

Skype:shinaga21