Baru saja aku terlibat diskusi dengan seorang Bapak yang bertugas di sebuah Departemen, berhubung beliau adalah seorang yang berkompeten di bidang pemerintahan, banyak hal menarik yang saya baru tahu dari beliau. Aku sendiri tidak tahu, apakah ini benar atau tidak.

Pertama, Hillary Clinton datang ke Indonesia dengan motif disamping mempererat hubungan bilateral Indonesia-Amerika, yaitu menghimbau supaya warga negara indonesia melepaskan dolar amerika yang dipegangnya ke pasar bebas. Bank Sentral Amerika saat ini mengucurkan lebih dari 50% dolarnya supaya beredar di pasar. Perekonomian Amerika sekarang sedang kacau, akibatnya minimnya jumlah dolar yang beredar. Dolar ‘ditahan’ oleh orang Eropa supaya menaikkan harga Euro, kalau di Indonesia, tidak tahu apa motifnya, siapa tahu para koruptor ‘mencuci’ uangnya dengan membeli dolar, supaya rupiahnya tidak terlacak oleh Bank Indonesia.

Kedua, banyak sekali proyek-proyek di Indonesia yang dibiayai oleh pinjaman luar negeri. Anehnya, Indonesia sudah membayar bunga utangnya terlebih dahulu, sebelum pinjamannya sendiri cair. dan lebih aneh lagi, mau digunakan untuk apa dana tersebut, ditentukan oleh lembaga pemberi pinjaman tersebut. Mungkin inilah salah satu penjajahan model baru. Kenapa dari dulu kita nggak bisa mandiri sih???

Ketiga, Inti pemerintahan negara ini ada di desa, karena sang kepala desa lebih tahu siapa warganya dan apa kebutuhan warganya. So..pemilihan gubernur seperti di jawa timur adalah suatu pemborosan yang seharusnya dapat dikonversi menjadi pembangunan infrastruktur dan pembangunan sentra perekonomian rakyat kecil.

Keempat, maraknya pemekaran daerah hanya membebani pengeluaran negara. Mungkin para pembayar pajak akan protes melihat uang pajak mereka banyak membiayai anggota-anggota DPRD yang tidak mau berpikir dan bekerja membangun daerahnya.

Dalam benakku, seandainya Sukarno masih ada dan melihat keadaan bangsa kita ini, apa katanya?

**selamat pagi dan selamat berkarya**