Kupikir dengan berakhirnya Bulan Januari, berakhir juga hujan ini, ternyata tidak. Bahaya banjir masih mengancam. Pemandangan di jalan tadi pagi hampir sama dengan kemarin-kemarin, apalagi hari ini hari Senin, seandainya Senin ini sama dengan minggu lalu, pasti deh sepi banget. Kenapa tidak, hujan-hujan gini ya enaknya tarik selimut, lanjutin tidur, hehehe. Pemandangan d kantor juga serupa, siapa yang naik mobil atau naik bis, beruntunglah tidak diguyur hujan. Tetapi pengendara sepeda motor dan pejalan kaki, pastilah basah kuyup.

Tetangga kami, Mpok Mumun menyapaku tadi pagi dengan kalimat, “Udah…pensiun ajah tuh mantelnya.” Memang, mantel hujanku sudah berusia setahun stengah, dan malah memang tidak layak lagi disebut mantel hujan karena bagian tempat masukin kepalanya ada sobekan, jadi air hujan suka merembes, hahahaha.

Pokoknya senin ini aktivitas agak terganggu. Aku jadi terngat baca artikel tentang pawang hujan di kompas beberapa hari lalu. Katanya, pawang hujan tidak bisa membatalkan hujan hanya memindahkannya ke daerah lain, atau hal ini kali yang sedang terjadi ya..si pawang hujan sedang men-transfer awan cumulus nimbus ke jakarta, hahahaha.

Sepertinya segelas kopi krim hangat cocok untuk suasana pagi ini.

Selamat pagi, selamat beraktivitas.