hari ini pulang kantor begitu derasnya hujan. Sampai aku harus basah kuyup, karena menerobos hujan. Walau udah memakai jas hujan, sepertinya tetes-tetes hujan tak terbendung membasahi tubuhku. Sepatuku basah semua, kupikir dengan menunda berlama-lama menunggu hujan reda, aku akan lama nyampe di rumah, karena pasti macet. Untunglah tas ransel royal polo hitamku yang sangat setia menemaniku tidak membuat laptopku terbenam dengan air hujan.

Hampir dua malam internet di rumah nggak bisa online, nggak tahu kenapa barangkali ada pemeliharaan jaringan sehingga teknisi harus datang ke lokasi dan memperbaikinya baca: memutus sejenak (apakah tidak ada cara lain agar pelanggan masih bisa menikmati layanannya?), mau komplain, percuma. Terlalu banyak excuse yang digunakan penyedia jasa seperti ini jika ada komplain dari pelanggan. Yang sedang maintenance-lah, sedang upgrading-lah, instalasi barulah, macam-macam. Koneksi di kantor? aku tidak berharap banyak, berhubung baru saja jaringan kantor sedang diserang worm jadi seluruh jaringan ditutup dan sedang dilakukan pembersihan, mau online lewat hape? hah…aku tidak sudi lagi browsing dari tel***se* yang harganya memang membuat mereka semakin kaya raya. Sebagai perbandingan, tel***se* mematok harga Rp5/kb sementara pesaingnya, ind***at mematok harga Rp0,1/kb. Berapa kali lipat? 50 kali lipat sodara-sodara, huaah………aku semakin muak denganmu, telkom junior!.

Yo okeylah, berhubung cuaca masih rada-rada susah ketebak, lebih baik jaga kesehatan. Berobat sekarang mahal, karena itu tidak salah kita masuk asuransi. Walau aku sendiri belum ada ikut program asuransi (wah jadi calon empuk marketing asuransi nih), tapi aku sadar pentingnya/untungnya ikut asuransi. Hanya jaga-jaga kawan, kita tidak tahu apa yang terjadi pada kita bahkan 5 detik ke depan.

**kok jadi kemana-mana sih??**