Akhirnya pecah juga rekor. Pembayaran bulan kemarin yah cuma segini. Akhirnya aku tak perlu membuat tambah kaya te****sel. Biarlah tarif mahalnya itu membuat dia sadar diri dengan para pesaingnya.

Jujur saja, kalau melihat perbandingan tarif saat ini, aku muak dengan tarif te****sel, menurutku sangat mahal. Tiap kali sms, 150 perak/160 karakter (belum termasuk PPN lagi). Tiap percakapan semenit, 800 perak (belum PPN). Bila dibandingkan dengan prabayar-nya, sim**ti, macam nggak ada untungnya pakai kartu H**O. Tapi mau bagaimana, salah satu penyebab kenapa aku migrasi hanya karena aku tidak perlu mengisi ulang pulsa ketika pas lagi butuh. Soalnya pas tugas di luar kota, bukannya mudah cari kios jual voucher.

Aku sih berharap tarif telekomunikasi bisa turun, apalagi internet. kemarin aku dapat kabar dari adikku, kalau tarif internet langganan kami naik, dari 99.000 menjadi 135.000/bulannya. Aku sih tidak keberatan membuat kaya perusahaan Indonesia, asal dividennya dikembalikan lagi ke rakyat Indonesia (wakss dividen, apa tuh??).

Ok lah, bagi Anda semua pengguna kartu GSM/CDMA, bijak-bijaklah menggunakannya. hehehe….