Walau besok ujian, masih sempatin mau posting ini dulu.

Akhirnya aku menyelesaikan novel ini.

Butuh waktu agak panjang menyelesaikannya. Novel setebal kurang lebih 660 halaman ini punya karakter yang sangat unik dibanding novel yang pernah aku baca sebelumnya. Isinya sarat dengan sejarah. Terutama sejarah kolonial The Netherlands. Dengan membaca buku ini, mempelajari sejarah bukanlah sesuatu yang menjadi momok yang menakutkan, karena si pengarangnya, ES Ito, sangat cerdas meramunya dengan kisah fiksi.

Banyak tokoh yang diceritakan, tapi sangat rapi diceritakan. Sampai dengan membaca halaman 440, kita akan sulit merangkai setiap potongan-potongan adegan, namun setelah itu akan diterangkan secara gamblang, seperti kisah film.

Bukan mau narsis, salah satu tokohnya adalah orang batak juga, marga gultom. walau kemudian ketauan jati diri sebenarnya dia adalah orang nias, marga Mendrofa. Aku memang kagum dengan si penulisnya, sepertinya orangnya sendiri penuh kemisteriusan. Biografi singkatnya, bahwa dia kelahiran 1981, ayahnya petani dan ibunya pedagang. Aku ngecek ke webya, di http://esito.web.id/ aku agak geli aja membaca ini:


Tujuh Pertanyaan Konyol Tentang Rahasia Meede

by meede ~ February 4th, 2008

Setiap kali orang berbincang tentang Rahasia Meede dengan saya maka pertanyaan konyol yang telah ribuan kali saya dengarkan itu akan muncul kembali. Bukannya tidak sudi menjawab, tetapi menurut saya pertanyaan itu terlalu klise. Penuh basa-basi sebagaimana budaya timur yang kita junjung tinggi. Nah, karena pertanyaan-pertanyaan itu menumpuk dan terus mengalami repetisi dari orang yang berbeda, saya coba menanggapi. Misalnya pertanyaan tentang :

1. Darimana ide menulis rahasia Meede?
Darimana anda dapat ide pertanyaan ini?
2. Kenapa tertarik menulis sejarah?
Karena dulunya yang nulis sejarah tentara macam Nugroho Notosutanto, saatnya orang sipil menulis sejarah.
3. Kenapa menyembunyikan identitas asli?
Kalau saya mengumbar identitas dalam bentuk CV lengkap, apa bedanya novel ini dengan surat lamaran kerja?
4. Anda sering disebut sebagai Dan Brown-nya Indonesia?
Coba bandingkan langsung Rahasia Meede dan Da Vinci Code. Lalu sebutkan 7 perbedaan mendasar. Setelah itu ambil kesimpulan. Yang jelas saya tidak tertarik memperdagangkan kecacatan dogma agama.
5. Banyak topik terlalu detail dalam novel ini, kenapa?
Bahkan sudah detail pun anda masih bertanya, bagaimana seandainya saya bikin tidak detail.
6. Novel anda selalu menunjukkan kegelisahan terhadap masa sekarang, kenapa?
Anda sudah gila, kalau tidak gelisah melihat Indonesia!
7. Kenapa penerbit terkesan tidak mempromosikan novel ini?
“Hanya Menerbitkan Buku”, itu semboyan semua penerbit di Indonesia.

Sekarang aku mau hunting bukunya yang ini.