Tags

,

Sabtu kemarin mengikuti acara natal di daerah ciracas. Sederhana namun khidmat. Suasana disini mengingatkanku pada natal di kampung halaman. namun jika dibandingkan dekorasinya, jauh lah lebih bagus disini daripada di kampung awak sana, tapi bapakbapak dan ibu-ibunya semangat sekali.

Suasana liturgi masih ditemukan. Inilah yang menjadi ciri khas natal yang sempat hilang setelah aku meninggalkan Takengon. Dulu waktu sekolah minggu, aku bersemangat sekali menghapal liturgi, puisi, bahkan sampai menari juga aku lakuin.

masa-masa latian natal adalah masa-masa yang paling dinantikan, sampai pada hari H Natal, itu menjadi suatu peristiwa yang sangat dinantikan. Gereja menjadi penuh, banyak jemaat yang tadinya jarang datang menjadi datang ketika melihat anaknya membawa liturgi. Mulai dari SMA sampai saat ini (kurang lebih 10 tahun) aku tidak pernah lagi terlibat liturgi. Pemahamanku akan kata liturgi menjadi bergeser ketika mengetahui bahwa arti katanya adalah tata ibadah.

Masa advent adalah masa penantian. Sudah siapkah kita menyambutNya?

Kemanggisan, 19-12-08 3.04 am