Kemarin aku sempatkan untuk mengisi absen di Indonesia Book Fair. Nggak terasa, ternyata sudah lama banget nggak ngikutin pameran buku ini (yang biasanya bersamaan dengan pameran komputer). Awalnya sempat pesimis juga, namun ketika tiba di lokasi, semangat lagi.

Kali ini bertema the heritage of minang, aku sendiri masih belum memahami apa konsep adat minang dalam pameran kali ini. Khususnya untuk tempat stan pameran, terbagi dalam dua ruangan. Pertama di lobby JCC itu sendiri dan kedua di Cenderawasih Room kalau nggak salah.

Pemandangan di kedua tempat itu agak kontras. di lobby JCC banyak buku-buku impor, tapi kalau di ruangan satunya sekitar 60%-nya adalah stan dari penerbit kompas-gramedia. selebihnya adalah penerbit buku seperti karisma, bumi aksara, dan sebagainya.

hasilnya?
tidak banyak. aku hanya tidak kalap aja dalam membeli buku, padahal sebelum ke book fair udah ngeliat daftar resensi buku di web dan direncanain mau dibeli, namun akhirnya kuurungkan karena kupikir masih banyak “tagihan” bacaan yang belum dilunasi, kasian ntar pada protes. hahaha.
kebetulan lagi diskon, lumayan 70%, dibeli buku principle accounting-nya fees-warren dan satu buku econoomics (lupa pengarangnya), serta beberapa buku novel tipis.

hati masih pingin ngeliat setiap stan tersebut,  namun fisik (terutama kaki) sudah banyak menghasilkan asam laktat, sehingga menyebabkan kelelahan. manalagi di tas ranselku ada helm, karena tidak tersedia penitipan helm di parkiran.

malam-malam menjelang dini hari, melakukan chatting via YM dengan makhluk satu ini.
minta poto-poto pas di book fair, ya..jelas nggakada, orang kameraku dari zaman kapan tahun udah rusak. kayaknya satu kali nggak cukup deh kesana, namun aku sendiri sudah merasa puas. terimakasih penyelenggara, sehingga aku bisa melakukan wisata buku.