Sungguh menyebalkan hari ini. Sungguh suatu hari yang sangat tidak
biasanya dimana air di kontrakan kami mati. Sebenarnya bukan mati, tapi
,menipis dan menuju habis. Mesin jet pump sudah meraung-raung tapi air
yang keluar hanya sedikit, tidak mampu mengimbangi tarikan tekanan mesin
pompa.

Kami sudah menghubungi tukang bor pompa untuk memperdalam pipa, dan mereka
sudah bekerja dari hari kamis. Targetnya hari ini, namun apa daya berita
terakhir ternyata debit air tetap setali tiga uang.

Akhirnya untuk mandi, kami membeli air minum isi ulang bolak balik 4 kali,
dan sekarang aku berharap besok malam sudah normal kembali.

*Air sang sumber kehidupan*


Helvry Wilhem Sinaga