Hari kedua setelah liburan lebaran, sepertinya belum semua orang kembali ke Jakarta. Soalnya aku belum merasakan macetnya jalan. Seorang teman mengirim sms padaku katanya ia tidak bisa pulang ke Jakarta hari Minggu karena tiket pesawat udah habis. Sementara, hari Seninnya dia ngirim sms lagi kalau nggak jadi berangkat ke Jakarta hari Senin, berhubung mobil yang ditumpanginya menuju Bandara Polonia Medan (dia dari Siantar) mengalami pecah ban di perjalanan.

Memang, biasanya tanggal-tanggal awal setelah lebaran, harga tiket pasti selangit. Adikku yang liburan di sini juga pulang ke Medan baru Selasa malam. Ada efeknya juga dengan ketiadaan maskapai A**M AIR yang bisa menekan harga sehingga harga tiket pesawat bisa murah. Dan ini juga yang menjadi kebanggaan mereka, dengan meraih penghargaan THE CHEAPEST PRICE AWARD pada Tahun 2006-2007. Aku coba cek webnya disini   ternyata sudah tidak aktif lagi.

Teringat pas masa-masa dulu, dimana sekitar Tahun 2001 awal, masih ada maskapai Star Air, Jatayu Airlines, trus ada lagi pesawat Aceh (aku lupa namanya) yang melayani rute Jakarta-Medan. Sekarang maskapai itu udah gulung tikar. Serunya kalau pulang ke Medan dulu adalah naik Kapal Pelni, seru aja apalagi rame-rame sama teman-teman sampai 20-an orang. Tiga hari dua malam itulah waktu tempuhnya. Kalau konteks liburan sih masih enak, berhubung dulu kalauliburan lebaran bisa sampai sebulanan. Nah kalau cuti, satu hari rasanya berharga banget, berhubung selisih antara tiket kapal dan pesawat hanya beberapa ratus ribu, makanya angkutan kapal tidak begitu populer lagi, tetapi tetap aja banyak peminatnya, soalnya bisa bawa keluarga besar sekali banyak.

Selamat kembali lagi ke dunia sesungguhnya (halah), tulisan ini hanya buat pengumpan buat ide-ide nulisku yang selama ini terpendam (saking terpendamnya sampai nggak tahu sebenarnya ada apa nggak).

salam,

helvry