Berhubung penghematan energi sedang gencar-gencarnya dicanangkan SBY, hal itu  menjadi isu juga di kantor. Setiap sore menjelang jam pulang, dari pengeras suara diingatkan untuk melakukan penghematan listrik dan air. Antara lain dengan mematikan komputer, printer, dan alat listrik lainnya sebelum meninggalkan ruangan, serta tidak membiarkan kran terbuka di kamar mandi.

Di sebuah kantor di bilangan jalan medan merdeka, ternyata lebih ekstrem. Lift yang tadinya berfungsi tiga buah menjadi hanya satu. Lift tersebut berkapasitas 15 orang dewasa atau sekitar 1000 kg. Lift itu melayani 10 lantai. dari pengamatanku sekilas (belum dibuat riset sih…) lift ini terlalu capek. Lift ini jadinya seperti kereta api ekonomi yang berhenti di setiap lantai (stasiun), dan itu tidak ada hentinya. Salah seorang karyawan nyeletuk seperti ini, “katanya mau penghematan, kalau lift ini doang yang nyala, bisa jebol dong. Biaya perbaikannya bisa jadi malah lebih mahal.”

kalau pengalamanku sih, untuk sekedar naik turun sampai lantai 3 atau 4 gak papalah, itung-itung olahraga (abis kapan lagi?)hehehe…aku pernah nekat mencoba naik ke lantai 10 dengan menggunakan tangga. hasilnya…..lemes…kaki serasa mau patah…hahaha…

menurutku, tinggal masalah kemauan. percuma kalau sampai presiden sampai menerbitkan peraturan presiden untuk menghimbau hal ini jika dari setiap orang tidak peduli sama krisis energi. Jangan juga sampai kayak kejadian lift itu, masa disuruh naik-turun tangga puasa-puasa gini. Ya nggak?? hehehe