Mengikuti perkembangan yang terjadrkembangan penangkapan Ketua Tim Jaksa yang mengurusu i Kasus BLBI kemarin, teseorang teman punya pendapat. Pastilah orang KPK sudah menyadap telepon orang yang bersangkutan. Sehingga penangkapan itu dapat dilakukan dengan cermat.

Coba deh mereka (si Tertuduh kita umpamakan si A itu adalah Jaksa , dan si B adalah si Pemberi Dolar) berkomunikasi lewat surat, pasti deh, secanggih apapun alat sadap punya KPK nggak kan bisa mennyadap isi surat. tapi, masa sih zaman segini masih menggunakan surat?.hihihihi…

Aku salut juga dengan ada seorang kakak kelas yang masih surat-suratan dengan ibunya. Dia bilang, kalau menulis surat itu beda rasanya dibanding dengan nelpon.

 “Kalau kita ngirim suPas kita tuilis surat, kita bisa bayangkan seolah-olah
 dia di depan kita, vry” begitu alasannya.
 
Mamaku  juga pernah menulis surat dengan sahabat nya dengan menggunakan kertas Airmail yang sangat tipis itu. Beliau bilang kalau menggunakan kertas tipis, pas ditimbang nggak berat, jadi biaya kirimnya bisa murah.
Bicara soal surat juga, aku juga pernah menulis surat buat Sahabat Pena (masih musim nggak sih sekarang ini?) Cuman, tidak ada balasan. Sekarang aja karena udah ada sms, telpon murah, e-mail, dan sebagainya sepertinya kantor pos tidak seramai dulu lagi.
 
 Ada yang mau bersurat-surat denganku?? Rahasia dijamin. Halah.