Membiasakan diri berhadapan dengan konflik memang berat. Hal itu yang sekarang sering kualami. Permasalahannya bukan pada esensi konflik itu, namun bagaimana menyelesaikannya dengan segera.

Jujur, kalau otakku ini bisa di “audit”, aku tipe orang yang sebisa mungkin tidak berurusan dengan konflik. dengan kata lain, conflict avoider cuma, aku beruntung bisa berhadapan dengan konflik, sebab hal itu melatihku untuk tidak mudah merasa nyaman dengan keadaan sekarang.

Dampak negatifnya adalah:
– Tidak selera makan
– tidak konsen kerja
– diliputi rasa bersalah/marah
– sensitif.

Namun, begitulah dinamika hidup. Ketika ada rekonsiliasi, rasanya indah sekali.

*sebelum pulang kantor posting dulu*