Selasa kemarin ketika kecelakaan sedan yang terjun bebas dari lantai 8 di Menara Jamsostek, sebenarnya aku berada di lokasi kejadian. Saat itu sedang berada di lantai 10, kebetulan kita sedang bertemu dengan customer service-nya Telkom.

Braakkkk…….

Tiba-tiba serasa gempa, jantungku berdegup kencang…..kata si Bapaknya, “biasa kok kayak gini”

“Mobil jatuh mobil jatuh”

banyak karyawan yang berlarian ke arah jendela. Setelah pamit kami segera turun untuk melihat apa yang terjadi. Sial…lift banyak banget isinya, orang-orang juga penasaran untuk melihat. Akhirnya masuk juga (heran lift-nya nggak meraung padahal udah banyak banget loh).

Wuihh..rame banget…aku ambil beberapa foto dan merekamnya dengan handphone-nya mbak Iin (sayang sekali nggak bisa diposting sekarang karena belum ditransfer).

menurut beberapa saksi mata (gaya kale) posisi mobil sebelumnya terbalik, dan setelah dibalikkan mereka melihat kalau si pengemudi sudah tidak bernyawa lagi (diperhalus, red).

Memang, setelah aku perhatikan pagar pembatasnya cuma dari aluminium, dan pengamannya hanya bantal beton buat nahan ban. kalau pembatas pagar aluminium, aku yakin kalau motor juga nabrak bakalan jebol..

ah..musibah tidak dapat diduga yah, padahal menurut berita si pengemudi itu telah bekerja selama 17 tahun di perusahaan itu, tentunya bukan sembarang pengemudi lagi.

tapi seperti postinganku sebelumnya, kapan kita mati??? Tiada yang tahu….