Aku mengenal mailing list sejak bekerja. Sebelumnya udah sering dengar istilah itu, namun bingung (lebih tepatnya nggak tahu) apa itu mailist. Setelah baca-baca sana sini dan coba-coba, akhirnya mengerti dan bisa menjadi member milis.

Aku masih ingat saat itu aku mendaftar sampai 60-an milis, mulai yang bertema alumni kampus, beasiswa, paduan suara, IT, akuntansi/audit, sampai yang rada plus-plus aku ikutin semua. Kebanyakan jadi member pasif sih alias cuma nerima email tanpa pernah posting. akhirnya mailbox ku jadi banyak banget, dan nggak sempat membacanya satu-satu dan aku memutuskan untuk unsubscribe dari berbagai milis itu dan hanya pada beberapa mailist saja.

Aku juga mencoba membuat sendiri grup mailist-ku, cuma jeleknya aku, aku jarang sekali mem-follow up-nya. Akhirnya pernah suatu kali diskusi bermasalah karena aku tidak “pantau” berujung pada ketidakenakanku pada salah seorang teman anggota milis, akibat aku salah kirim mail. (Betapa fatalnya saat itu, dan aku malu kalau mengingatnya).

Saat ini ada tiga milis yang aku kelola. cuma kadang kendalanya adalah penyakit malas. traficnya turun naik, pas lagi pingin memposting (atau paling nggak memforward) pasti aku lagi nggak bisa nge-net. Trus memang kalau membernya terbatas orang-orang yang dulunya satu kelas, cenderung nggak semangat, paling satu dua orang aja. Yah begitulah…..kok jadi ceritanya kesini ya….hahahaha….

Tadinya bingung mau posting apa, akhirnya malah jadi cerita ini karena aku baru baca imel dari milis kelas dulu.

Ok deh..selamat berkarya semua.